“Peduli Lingkungan”
Menjalani cerita yang begitu mendalam sampai jiwa raga tidak kuasa untuk menahannya dan hanya bersabarlah yang bisa kita lakukan selama ini. Semakin jauhnya perjalanan yang kita tempuh pada umur yang kian berkurang pada setiap perjalanan hidup, sungguh melelahkan bukan?!. Mengapa hari begitu cepatnya berlalu sampai terkadang kita lalai dalam mengerjakan kewajiban yang semestinya dan belum melaksanakan apa yang sudah terlewatkan. Menjadi makhluk sosial dan menjadi makhluk yang sebegitu sempurnanya yang telah tuhan ciptakan ke bumi serta menjalani segala perintah-perintah dan menjauhi larangannya, itu menjadi pilihan hidup dimana kala datangnya godaan-godaan untuk menjalani yang dilarang. Sungguh berat memang menjalani itu semua jika tidak berlandaskan iman yang kuat serta bijak. Belakangan ini ataupun yang mungkin sudah ada sejak dahulu, jika kita melihat hal-hal kecil yang tidak kita rasakan sama sekali justru itulah yang menjadi kelemahan yang harus kita perbaiki bersama. Apa yang terjadi pada bumi kita sekarang, yang begitu banyaknya mengalami fenomena-fenomena alam di seluruh dunia yang marah, gedung-gedung pencakar langit yang dibangun dengan tidak perdulinya penghijauan persekitaran. Rindu rasanya berada ditengah-tengah kerindangan penghijauan, angin dingin yang dikeluarkan dari pohon-pohon dikala pagi, jalanan lapang dengan transportasi darat yang tidak begitu padat menyelimuti kota jikalau saat bepergian ataupun sebaliknya, serta jalan-jalan yang bersih tanpa polusi ataupun bahan-bahan organik, non organik dan lain sebagainya. Kedamaian itulah yang selalu dirindukan keberadaannya pada saat-saat yang lambat laun sudah mengalami perubahan yang sangat menurun drastis dari tahun ke tahun sebelumnya. Berikut inilah foto-foto yang saya ambil ketika berjalan menuju bandara Soekarno Hatta yang tepatnya berposisikan di bagian Jakarta Utara. Sebeginikah ruang kota yang di inginkan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya??? Kurangnya penghijauan serta resapan air hujan yang menyebabkan kebanjiran disaat musim hujan seringkali datang. Rapatnya perumahan hingga seringnya terjadi kebakaran hingga puluhan rumah di lahap oleh si jago merah. Jika semua itu terjadi maka siapalah yang harus disalahkan pada hal-hal yang telah ada, bahkan seringkali salah satu diantara warga sekitar menyalahkan satu sama lain dikarenakan titik permasalahan pada satu pelaku kemudian dipertanyakan mengapa hal tersebut dapat terjadi kebakaran pada konteks perumahan yang sangat padat, serta bagaimana dengan banjirnya pemukiman warga disaat hujan datang siapa yang harus dipertanyakan ini semua. Itulah yang kerap terjadi pertikaian pada masyarakat seketika bencana mulai datang. Memulailah dengan hal-hal yang mudah serta kedisiplinan dari masyarakat tempat ataupun masyarakat dimana saja. Cintailah persekitaran dengan memulai hidup “Peduli Lingkungan”, bukan saja hal pribadi yang diperhatikan tetapi perlunya jiwa yang mencintai lingkungan jika ingin merasakan kenyamanan serta kedamaian terhadap lingkungan yang tercipta :).

